Kau Adalah Kakakku Yang Terbaik

Cuma terdiri dari 2 huruf yaitu K dan A, hanya sebuah kata biasa, simple, bahkan anak SD pun bisa membacanya (ya iyalah), tapi bagi kakak dari 3 orang adik dan sebagai kakak tertua kadang saya merasa iri dengan teman-teman saya yang mempunyai kakak, saya terus membayangkan bagaimana rasanya punya kakak sangat berbeda sekali dengan tawaran orang tua saya akan “adik”, saat ditanya “mau adik lagi, nggak?” beberapa tahun yang lalu tanpa pikir panjang saya menjawab dengan tegas TIDAK!!

Sore ini mendung, dan bahkan pada saat saya menulis tulisan ini malah hujan deras (entah pertanda apa), saya barusan saja mendengarkan beberapa lagu mellow (dan SMSan dengan teman sejawat yang berinisial PA dan karena dialah saya terinspirasi membuat tulisan ini) dengan diakhiri lagu “You Are Not Alone”nnya Michael Jackson, Masya Allah, liriknya begitu mendalam sekali menurut saya. Oke, kembali ke “kakak”, kadang saya merasa pengen tahu atas rasa ke”kakak”an saya ini terhadap tiga adik-adikku yang semuanya remaja dan sebenarnya saya sendiripun juga remaja (tapi tahap akhir), apakah saya kakak yang baik? Apakah saya sudah menjadi contoh bagi ketiga adik saya? Wah, bahkan saya sendiri tidak bisa menjawabnya, kalo dibandingkan dengan soal anatomi, soal anatomi lebih mudah daripada soal yang saya sebutkan tadi, karena saya tidak bisa menilai diri saya sendiri dalam hal itu, hanya ketiga adikku-lah yang bisa menilainya atau juga orang tuaku atau juga beberapa dari kalian yang kenal keluargaku..

Semester 2 ini banyak sekali pengalaman yang aku dapat, mulai dari pengalaman akademis hingga non akademis (baca organisasi), bukankah sebaik-baik guru adalah pengalaman itu sendiri?? Banyak masalah-masalah yang saya hadapi, mulai dari keteteran gara-gara anatomi yang seminggu pertama tidak masuk dan harus UP, menghadapi teman yang sedang “ehem” (salut kepadanya, karena bukan saatnya untuk memikirkan itu), ada masalah dengan senior, hal itu semua (jujur) membuat saya stress, tapi apakah saya berhenti begitu saja? Pasrah?? TIDAK!! Allah bersama prasangka hambaNya, kalau yakin bisa menghadapinya ya saya pasti bisa menghadapinya...

Lho?? Paragraf diatas kok g ada hubungannya dengan “kakak” ya?? Sabar… ini juga mau dibicarakan..

Pengalaman organisasi juga membuat rasa kekeluargaan menjadi semakin kuat, terutama antar teman, senior dan lainnya, contohnya saya, ikut Assalam, CIMSA, BEM KM FK UA, dan mungkin jika masih kuat akan mengikuti KPLA (sekali lagi, mungkin), kepada senior saya berusaha untuk menghormati mereka dan jika ada maba pada masa yang akan datang, saya juga akan berusaha menghormati mereka dan membuat merka merasa nyaman kepada saya. Senior pada berbagai organisasi dan dalam akademis sudah saya anggap sebagai kakak, karena merekalah yang selama ini membantu saya, tanpa mereka saya juga tidak bisa apa-apa dalam berorganisasi, jika dianalogikan seperti mengendarai mobil tapi mata ditutup, serem banget kan? Alhamdulillah, itu tidak terjadi pada saya dan saya juga tidak mengaharapkan begitu..

Organisasi juga menjadi stimulus bagi saya untuk ingin memiliki kakak kandung atau kakak angkat (lho?? Kok aneh?), kadang saya membayangkan bagaimana kalau saya mempunyai kakak yang sebaik kakak diorganisasi saya? Hahaha… aneh, kan? Mungkin karena saya anak pertama jadi pengennya ya yang aneh-aneh juga -__-“. Saya jadi teringat saat masa-masa kegalauan hati (wow, bahasanya) atau bisa dibilang agak stres karena salah satu mata kuliah yang super duper sulit membebani saya (untugnya tidak lagi saya anggap beban) ada satu SMS dari senior yang intinya memberi semangat pada saya, terharu, bahagia, senang, berbunga-bunga (jangan sampe berbuah-buah), itulah yang saya rasakan pada saat itu, kenapa senior begitu baik kepada saya? Padahal saya hanya orang yang tidak pernah membantunya, juga pernah saya kebingungan dengan sepeda motor saya yang tiba-tiba ngadat di parkiran propadeus dan tidak mau nyala, karena saya tidak tahu apa-apa tentang sepeda motor (taunya cuma pake) saya telepon senior saya, dan dengan suara ngantuk dia menerima telepon saya dan bilang akan datang menemui saya di parkiran anatomi. Oops, saya membangunkan senior saya yang sedang tidur, tapi karena bingung dan tidak tahu harus melakukan apa, saya tunggu dia sambil mencoba membetulkan sendiri, Subhanallah, sepeda motornya bisa dipake lagi, dengan perasaan bersalah saya telepon senior dan minta maaf untuk tidak usah datAng ke parkiran propadeus karena motor saya sudah benar, dia mengerti itu. Malamnya, saya SMS untuk minta maaf karena membangunkannya dari tidur siang (kelihatannya capek sekali), dan dia membalas SMS saya berbunyi (kalo tidak salah) “ga papa dek, kita kan saudara”. JLEB!!! Serasa ada pedang yang menusuk entah di tubuh bagian mana (lebay -__-“), sebegitu perhatiannya dia kepada saya yang sampai sekarangpun kadang saya bikin ulah ke dia tapi tidak keterlaluan kan, bang?? (kenyataannya begitu, hehehe…)

Tadi pagi inipun saya chatting dengan sahabat saya, orang Saudi Arabia asli, tepatnya orang Dammam (Alhamdulillah saya sudah pernah mengunjungi Dammam tempat dia berasal), kami pernah bertelepon ria dan berwebcaman ria, dia sungguh baik kepada saya.. ini semua terjadi karena.. yah, FACEBOOK, saya memanggilnya abang, kami sudah berteman selama hampir satu tahun, dia kuliah di APIIT Malaysia (tempat yang hampir jadi college saya dan sudah kesana untuk daftar karena abi dan ummi sudah bingung mau kuliahin anaknya dimana lagi, karena tidak keterima di FK lewat jalur PMDK sih dan untungnya keterima SNMPTN, nyombong dikit ga papa, kan? XD) bersama teman SMA saya. Di chat via MSN saya curhat dengannya (sebaiknya tidak usah diceritakan apa isi curhatan saya disini :p) dan dia berani bangun lebih awal karena mau mendengarkan keluh kesah saya, dan dia bisa memberikan solusi yang terbaik untuk saya dan dengan bangganya dia bilang “Malaysia teach me everything, mate” ketika saya bertanya kenapa kamu bisa memberikan solusi yang belum terpikirkan oleh saya?, dan saya hanya tertawa membaca messagenya, itulah abang sulaiman, kakak tercinta saya, bahkan kakak terhebat yang pernah saya temui, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Allah mengijinkan kita bertemu…

Oh iya, salah satu kakak saya juga mengajarkan jangan bertingkah laku gegabah, saya harus memikirkan prognosis yang terjadi setelah saya melakukan suatu hal, apapun itu!! (entah kenapa teringat kata Ms. Emma pada saat saya masih di ES,”tujuannya satu pikirnya 1000 kali). Sebagai mahasiswa kedokteran, jadilah mahasiswa kedokteran yang FK-FK banget! Katanya,Saya selalu tersenyum mengingat kata-kata ini, bisa juga ya kakak senior mengajarkan bagaimana kita harus behave politely terhadap segala sesuatu, apalagi kakak senior ini orangnya FK-FK banget, saya bangga dengannya, dia bisa mengingatkan saya untuk bertingkah laku-lah secara sopan (apalagi saya anaknya dan sebagai juniornya suka blak-blakan dan suka tidak pikir panjang dalam bertingkah laku).. dia juga saya panggil abang, tapi saya tidak akan menyebut namanya disini, mungkinkah dia merasa?? Hanya saya dan dia yang tahu! Hehehe… Im happy have brother like you!! Tegur aku jika salah yaa bang!!

Aduuuh, capek juga nulisnya…

Akhir kata, Maukah kalian menjadi kakakku? Kakak yang selalu menyayangi adik juniornya dan membimbing saya ke jalan yang benar?? (mau yaa mau yaa..)

Allah Swt love us, bro!!

Minggu, 11 April 2010 pukul 4.47 sore

No comments: