Percakapan Hati

percakapan sendiri dalam hati

Ini adalah percakapan 2 sisi hati:

aku1: hey, kenapa kamu sedih?

aku2: ha? emang aku terlihat sedih ya, aku1?

aku1: keliatan banget loh..

aku2: aku sedih karena aku ngerasa gagal ngajak temanku pada kebaikan dan pada saat yang sama aku iri dan hal2 lain yang bikin aku bete

aku1: lho? gagal knapa? iri sama siapa? kenapa kok bisa iri, aku2? ayo critain semua, kita kan udah lama bersatu..

aku2: gagal karena aku g bisa ngajakin temenku kepada kebaikan, aku udah berusaha ngajakin mereka solat, ngajakin mereka pada kebaikan, tapi g ada hasilnya, malah g ada perubahan, itu yang pertama, aku1! Aku jadi ngerasa seperti Nabi yang pernah ninggalin kaumnya :(, yaaah, meskipun aku bukan Nabi sih...

aku1: oh gitu, gini aku2, semua butuh proses, g mungkin semuanya bakal langsung jadi seperti yang kamu inginkan, kamunya jg harus sabar dalam menghadapi temanmu itu

aku2: iya ya, emang aku tuh orangnya g sabaran, aku1.. Okelah, aku akan berusaha untuk sabar

aku1: trus, kamu iri knapa?

aku2: aku iri sama kemampuan temanku, bukannya aku membanding2kan diriku dengan temanku, tapi kenyataannya aku lebih rajin daripada mereka, aku sebal dengan diriku yang masih belum bisa menandingi mereka, aku sudah berusaha maksimal, tapi aku masih merasa kurang oleh sebab itu aku terpacu untuk berusaha lagi, tapi secapek2nya aku berusaha mereka selalu bisa mengalahkanku, mereka selalu unggul dan akunya gagal lagi, sampai2 aku berpikir Tuhan itu tidak adil, aku tau pemikiranku itu salah, tapi aku sudah terlanjur emosi, yaaah.. oleh karena itu aku bersabar, tapi masih sulit..

aku1: lho kok punya pikiran seperti itu sih? g baik lho, aku2. Allah itu Maha Adil, usahamu itu sudah maksimal, tapi sekali lagi, kamu belum sabar, tapi syukurlah kamu sudah berusaha untuk sabar, coba deh istighfar kalo kamu lagi sebel, iri atau punya perasaan negatif, be positive , my mate!

aku2: tapi, gimanapun juga, aku udah ngeliat dengan mata kepala sendiri kelakuan mereka, mereka cenderung berbuat yang tidak sepatutnya, tapi kenapa Allah memberi mereka keunggulan? itulah yang aku irikan!!

aku1: Iya iya aku tau, semua pasti ada balasannya, tapi kamu jgn berharap mereka dapat balasan yang jelek, itu urusan Allah, bukan urusanmu, nanti kamu akan mendapatkan kebahagian pada akhirnya kok

aku2: ooh, gitu yaa, lalu bagaimana caranya untuk sabar jika setiap hari keadaan itu terus menerus ada disampingku?

aku1: istighfar temanku, inget Allah...

aku2: oooh..

aku1: ada lagi?

aku2: ada!! maaf ya aku1, aku jadi manja gini, tapi beneran, hal2 ini membuatku bete

aku1: iya ga papa, coba ceritain lagi masalahmu!
to be continued...

Andaikan aku menemukan sahabat sejati, tentu aku tidak akan begini, hari2ku diisi senyumanmu yang menemaniku dan doamu yang menyertaiku, dimana kita akan saling tolong menolong, dimana salah satu atau dua2nya dari kita menjadi pundak untuk menangis dan menumpahkan kesedihan atau bahkan sama2 merayakan kebahagian dan menularkan kebahagiaan, saling memotivasi, bekerja sama, dan melakukan kegiatan2 positif atau "negatif" (negatif yang baik :p )...

Terkutip dari lirik SNADA yang pernah aku dengar lagunya:
Selama ini kumencari-cari
Teman yang sejati
Untuk menemani perjuangan ini...

No comments: