mau jadi dokter??

Hehehe.. lama tak update blog, soooo bz MySpace, tapi... postingan kali ni saya bahas sesuatu tentang dokter, masa depan bagi yang ingin jadi dokter..
Kemarin, tepatnya pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, saya dan teman2 saya sedang parktikum di ruang praktikum biokimia, kami melakukan praktikum tentang contoh2 enzim dan praktikum berjalan lancar tanpa ada masalah, tapi....

TENG TENG TENG!!!

Waktunya diskusi post praktikum!! kebetulan yang jadi pembimbing diskusi praktikum kami adalah kepala departemen biokimia, namanya (sebut saja) dokter ditto, dia orangnya sudah agak tua, beruban sana-sani, tapi rambutnya rapi, dan suaranya agak melengking2 gitu. Kami digiring menuju kantornya yang terletak di belakang ruang praktikum biokimia...

Begini keadaannya:

dr.ditto: "Well, baguslah kalian, ujian kemarin banyak yang lolos dan sedikit yang ikut ujian perbaikan.. Oke, kembali ke praktikum kalian hari ini, pretest praktikum kalian sangat disayangkan, banyak yang salah. Langsung saja coba kalian jelaskan tatacara praktikum hari ini, nanti saya selingi dengan beberapa pertanyaan yang harus kalain jawab, ok?"

Singkatnya selama saya dan teman2 saya menjelaskan tatacara praktikum kami serasa dibantai, ditikam, ditusukd engan pertanyaan yang tidak kami duga sebelumnya, banyak pertanyaan yang tidak bisa kami jawab, dan akhirnya beliaupun memberi nasihat yang dalam kepada kita...

"Kalian itu nantinya jadi dokter, kalian harus teliti!! Kenapa kalian tidak belajar sebelum praktikum, pertanyaan mudah seperti ini saja tidak bisa!! Kok aneh? padahal praktikum hari ini masih tentang enzim, sesuai dengan yang diujikan kemarin, kenapa tes tulis kalian bagus tapi praktikumnya jelek??... Lihat orang Jepang, Amerika, [saya kaget sendiri kenapa tiba2 pembicaraan meloncat langsung ke Jepang dan Amerika?? MySpace]mereka bisa kok berusaha keras, kenapa kalian tidak bisa seperti mereka?? Kalian bodoh?? Nggak? Justru kalian pintar kok!! Kalian ini mau jadi dokter atas dasar apa sih?? [setelah pertanyaan ini dilontarkan, saya nyaris mau menangis] Apa kalian tidak ikhlas masuk AUSM (Airlangga University School of Medicine)?? Apa orang tua kalian memaksa kalian untuk masuk sini?? Coba ceritakan kepada saya!!"

Akhirnya beberapa teman saya tunjuk tangan, dan merekapun bercerita kenapa mereka dipaksa orang tua untuk masuk ke fakultas kedokteran, ada yang berminat di keuangan tapi orang tuanya minta teman saya di kedokteran..

Hari itu saya sedih sekali, perkataan dokter ditto memang benar, kenapa kitatidak bisa seperti engara2 lain?? secara di Indonesia adalah negara tropis yang memiliki segalanya, disi kedokteran memiliki banyak koleksi penyakit sehingga orang2 dari luar negeri berdatangan ke Indonesia untuk mempelajarinya, tapi sayang... orang Indonesia tidak jujur dan mereka tidak sadar akan kemampuan diri mereka sendiri, sayang lah....

No comments: