Jadi.. Seperti ini kah?

Fine!!
Marah??
Angry??
Teruslah marah...
Teruslah kecewa terhadapku..
Aku sudah berminta maaf kepadamu dan kau bilang memaafkanku..

I can't stand at all, mate!
You said that you love me (as friend)..
In telephone i am your bestfriend, and said that I am good..
I know you still feeling hurt with that old incident..
I dont know what should I do?
Crying? No! I am not girl

Yeah, I'll keep believing in you.
Maybe someday..

Bagaimana dengan hadiah yang sudah aku kirimkan kepadamu?
Kalau kau menerimanya, sebaikanya dibuang saja..
Bakar saja kaos itu.
Toh, kamu lebih kaya daripada aku! kamu bisa membeli baju yang lebih pantas!
Bukan hadiahku yang bulukan seperti yang sudah aku kirimkan kepadamu!
Aku kecewa terhadapmu!!

Jadis elama ini kita berteman buat apa?
Aku sudah serius menganggapmu sebagai sahabatku, bukan sekedar teman online yang hanya bisa bilang "hi... how are you"..
kamu g suka akan kesibukanku, aku tau itu.
Tapi harusnya kamu juga sadar dong, aku ini bekerja, aku ini masih sekolah.
Apalagi aku calon dokter, kebayang kan sibuknya aku bagaimana..

Hai, sampai kapanpun, aku masih menganggapmu teman..
Sampai kapanpun...
Tapi rasa saling kecewa diantara kita mungkin masih menajdi bekas yang tidak akan bisa hilang..
Ataukah kita tidak saling mengenal lagi..

Sia-sialah persahabatan kita yang lebih dari satu tahun ini...
Dan, kau tahu? aku menyesal..

No comments: