Hampa

 
It's been 3 years already, since we both agreed to have a mini trip around europe, but it was cancelled. Sad? Indeed, dumped me after those beautiful years. And now, told me she is getting married soon, don't know when exactly, but I am happy for you too.

No, I won't discuss about my love story right now, no mood. Let me tell you a story, in Indonesian language.

Panggil saja namanya Ari, mahasiswa komunikasi semester 5 di salah satu universitas terkenal di Jakarta, anak yang tampan, enerjik dan santun. Berasal dari keluarga baik-baik. Ari dibesarkan dengan ajaran agama yang kuat, tetapi dengan kehidupan Jakarta yang keras, pergaulan bebas Ari menjadi terjerumus dengan hal seperti itu.
Bukan masalah sebenarnya, walaupun begitu Ari tetap menjadi anak baik, favorit dosen dan teman-temannya.

Suatu hari Ari terbangun disebuah kamar hotel, tanpa sehelai kain menempel di badannya, dia membuka matanya dan menemukan Vera tertidur disebelahnya dibawah selimut, wanita cantik yang dia temui di club tadi malam. Dia pandangi Vera yang masih tertidur pulas, sambil bertanya kepada hatinya sendiri kenapa wanita secantik ini ingin tidur bersamanya. Dia cantik, mempunyai gelar sarjana, kenapa tidak jadi model atau pramugari saja? Daripada menjadi pemuas syahwat lelaki hidung belang seperti dirinya.

KRIIIIIINGGG.....

Alarm handphonennya berbunyi.
Ari mematikan alarm dan saat itu juga Vera hanya mendesah dan merubah posisi tidurnya, memunggungi Ari. Saatnya untuk Ari bekerja shift pagi ditempat dia magang.

Sudah hampir satu semester Ari menghiraukan panggilan telpon bapaknya, menurut dia, bapak hanya pengganggu, sedikit-sedikit telpon dan menanyakan kabar yang tidak penting.
Dalam hati terdalam, Ari sadar dia salah, tapi ego masih menyala dengan terangnya, dia beralasan "masih banyak urusan yang harus gue kerjain, toh si Andita masih bisa ngurus bapak, gue juga transfer bulanan walaupun gak banyak".

Ari masih menjadi mahasiswa cemerlang, pintar berbicara sehingga sering dijadikan MC pada berbagai event, kehidupan serba cukup walau ngekos masih bisa dia rasakan, nilai ujiannya selalu bagus, tapi dia merasa hampa.
Mengapa dia tidak bisa bahagia? Mengapa hanya dia bisa tersenyum dan tertawa lepas saat menjadi MC saat event tetapi raut sedih selalu muncul saat dia sendirian.

Ari hanya berharap jangan sampai ada Ari yang hampa lagi...

Surabaya, rainy day, 14 Ramadhan

No comments: